Meliyanto, Lukas Hendra Tri (2013) MEDIA DAN RESOLUSI KONFLIK (Analisis Isi Komparatif Kuantitatif Pemberitaan Media dalam Konflik Papua pada Koran Tempo dan Surat Kabar Harian Kompas edisi 5 September 2011 - 15 Desember 2011 ). S1 thesis, UAJY.
|
Text (Halaman Judul)
0KOM03236.pdf Download (6MB) | Preview |
|
|
Text (Bab I)
1KOM03236.pdf Download (598kB) | Preview |
|
|
Text (Bab II)
2KOM03236.pdf Download (541kB) | Preview |
|
Text (Bab III)
3KOM03236.pdf Restricted to Registered users only Download (19MB) |
||
|
Text (Bab IV)
4KOM03236.pdf Download (280MB) | Preview |
Abstract
Jurnalisme Damai merupakan sebuah pendekatan dalam peliputan konflik yang memberi kesempatan bagi jurnalis untuk mengambil bagian sebagai penyalur resolusi. Dalam kasus konflik Papua, media memainkan perannya sebagai issue intensifier, terbukti dari bulan September hingga Desember 2011, media cetak berskala nasional Koran Tempo meliput sebanyak 101 berita dan SKH Kompas sebanyak 96 berita yang tersebar dari kasus Freeport vs Karyawan, Kongres Papua 3, Dialog Jakarta-Papua dan Intimidasi Mahasiswa Asal Papua. Ideologi Koran Tempo yang lebih mengedepankan independensi pemberitaan sangat berguna untuk peliputan konflik agar media tidak menjadi pers partisan yang memihak pihak tertentu dalam konflik. Namun, ideologi independensi ini dihadapkan pada kesejahteraan koresponden (wartawan daerah). Di sisi lain, SKH Kompas dengan falsafah humanisme transendentalnya, juga memiliki peluang untuk menerapkan jurnalisme damai. Falsafah ini memuat harapan manusia untuk bisa bertenggang rasa karena setiap orang bisa berbuat salah. Falsafah yang tidak menyakiti pihak manapun ini berguna dalam jurnalisme damai agar masingmasing pihak yang bertikai mau dan mampu membangun perspektif baru yang didialogkan oleh media. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kuantitatif komparatif yang bertujuan melihat apakah ada perbedaan signifikan antara peliputan yang dilakukan oleh Koran Tempo dan SKH Kompas dalam Konflik Papua sehingga dapat diketahui media mana yang lebih menerapkan jurnalisme damai dalam pemberitaan Konflik Papua. Pada akhirnya, SKH Kompas lebih menerapkan jurnalisme damai daripada Koran Tempo meski hanya dapat ditemui pada satu unit analisis. Terlebih jika dilihat dari aspek bahasa, kata-kata yang muncul, pemberitaan Koran Tempo cenderung lebih bersifat provokatif.
Item Type: | Thesis (S1) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Konflik Papua, Jurnalisme Damai, Uji Perbedaan. |
Subjects: | Komunikasi > Jurnalisme |
Divisions: | Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi |
Depositing User: | Editor UAJY |
Date Deposited: | 24 Sep 2013 09:04 |
Last Modified: | 24 Sep 2013 09:04 |
URI: | http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/3929 |
Actions (login required)
View Item |