PERAN MOSA SEBAGAI LEMBAGA PEMANGKU ADAT DALAM PENYELESAIAN SENGKETA TANAH ULAYAT MELALUI UPAYA PERDAMAIAN BAGI MASYARAKAT HUKUM ADAT KECAMATAN JEREBU’U KABUPATEN NGADA

RABU GOTI, SERAFIANUS MAXIMUS (2014) PERAN MOSA SEBAGAI LEMBAGA PEMANGKU ADAT DALAM PENYELESAIAN SENGKETA TANAH ULAYAT MELALUI UPAYA PERDAMAIAN BAGI MASYARAKAT HUKUM ADAT KECAMATAN JEREBU’U KABUPATEN NGADA. S2 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
MIH001895.pdf

Download (801kB)
[img] Text (Bab I)
MIH101895.pdf

Download (135kB)
[img] Text (Bab II)
MIH201895.pdf

Download (145kB)
[img] Text (Bab III)
MIH301895.pdf
Restricted to Registered users only

Download (98kB)
[img] Text (Bab IV)
MIH401895.pdf
Restricted to Registered users only

Download (346kB)
[img] Text (Bab V)
MIH501895.pdf

Download (93kB)

Abstract

Penelitian ini berjudul, Peran Mosa Sebagai Lembaga Pemangku Adat Dalam Penyelesaian Sengketa Tanah Ulayat Melalui Upaya Perdamaian Bagi Masyrakat Hukum Adat Kecamatan Jerebu’u Kabupaten Ngada. Hasil dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji peran Mosa dalam penyelesaian sengketa tanah ulayat melalui upaya perdamaian dan mengkaji hambatan-hambatan apa saja yang sering terjadi dalam penyelesaian sengketa melalui upaya perdamaian oleh Mosa bagi masyarakat hukum adat Kecamatan Jerebu’u Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian hukum normatif dengan penelitian hukum yang dilakukan berdasarkan data sekunder. Penelitian ini mengambil sumber data yang berasal dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan dan penyelesaian hukum menurut hukum adat. Bahan hukum sekunder yang digunakan berupa pendapat hukum dan non hukum yang diperoleh dari bukubuku, hasil penelitian, media surat kabar atau majalah, internet, nara sumber, dan kamus, yang berkaitan dengan peran Mosa sebagai Lembaga Pemangku Adat dalam penyelesaian sengketa tanah ulayat melalui upaya perdamaian. Metode pengumpulan data melalui wawancara dan studi kepustakaan. Analisis data meliputi deskripsi, sistematisasi, interpretasi hukum, dan penilaian terhadap hukum positif dan hukum adat. Dari hasil penelitian, penulis mendapatkan kesimpulan bahwa, Mosa sebagai Lembaga Pemangku Adatmemiliki peran yang cukup penting dalam penyelesaian sengketa tanah ulayat melalui upaya perdamaian bagi masyarakat hukum adat kecamata Jerebu’u Kabupaten Ngada. Dalam penyelesaian sengketa ole Mosa ada beberapa tahap yang harus dijalani yakni; pengaduan dari para pihak, proses musyawarah di tengah kampung, pemanggilan para pihak yang bersengketa, pemanggilan dan mendengarkan keterangan saksi, tanggapan, pesan dan petuah dari para Mosa. Hambatan-hambatan yang sering dijumpai dalam penyelesaian sengketa tanah ulayat yakni; ketidakjelasan kepemilikan batas tanah, adanya klaim dari negara atau pemerintah, kehilangan saksi atau pelaku sejarah, melunturnya nilai budaya dan kurangnya sosialisasi terhadap masyarakat terkait keberadaan dan status dari tanah ulayat tersebut

Item Type: Thesis (S2)
Uncontrolled Keywords: Peran Lembaga Pemangku Adat, Penyelesaian Hukum, Sengketa Tanah Ulayat, Masyarakat Hukum Adat
Subjects: Magister Ilmu Hukum > Hukum Ketatanegaraan
Divisions: Pasca Sarjana > Magister Ilmu Hukum
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 22 Jan 2015 10:45
Last Modified: 22 Jan 2015 10:45
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/6579

Actions (login required)

View Item View Item